TMMD Ke-112 Wiltas Kodim 0910/Malinau Lahan Sawah Warga Harus Produktif.

 


Malinau  – Berjalan 10 hari pasca pembukaan, TNI Manunggal Membangun Desa wilayah Perbatasan ke 112 Tahun 2021 dilaksanakan di  Desa Kuala Lapang dan Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau terus mendapat respon luar biasa dari warga sekitar.


Dengan luas wilayah sekitar 60,94 Kilometer persegi dan jumlah penduduk 476 Kepala Keluarga (KK), Desa Kuala Lapang merupakan Desa yang berbatasan langsung dengan Desa Tanjung Lapang. 

 

Kegiatan TMMD yang di pusatkan di RT 1 sendiri, terdiri dari kurang lebih 400 jiwa penduduk, 55 KK dan terdapat 25 rumah yang tersebar dengan jarak yang cukup jauh antara satu dengan yang lain.

    

Kondisi lingkungan yang masih asri juga disajikan dihadapan mata personel Satgas TMMD 112 Kodim 0910/Malinau. Ditengah keindahan alam yang terlihat, terdapat satu sumber daya alam yang memiliki potensi luar biasa jika dikelola dengan baik.


Lahan sawah warga Desa Kuala Lapang  kini tengah tidur. Produktifitas yang belum konsisten menjadi salah satu alasan warga mengapa hingga saat ini pengolahan padi pada sawah tadah hujan dan lahan gambut belum bisa meningkat.


Ditambah dengan kondisi jalan yang masih sulit sekali diakses oleh warga membuat warga bingung bagaimana cara membawa hasil panen nantinya.


Pak Yana asli Kerawang( Jawa Barat )

dan juga sebagai Ketua Gapoktan Petani gila di RT 1 mengaku masih kesulitan dalam mengolah lahan sawah yang memiliki tipe tadah hujan dan juga lahan gambut. “Kalau hujan bisa terairi, kalau panas langsung kering bahkan kelihatan retak tanahnya. Dulu pernah baru menanam bibit, hujan deras lalu banjir. Dari situ kita sebagai kelompok tani masih memiliki kendala”, ucapnya.


Demikian juga dengan lahan gambut yang juga dimiliki sebagian warga desa kuala lapang masih banyak kendala di antaranya air mengandung zat azam apabila di tanam padi hasilnya tidak produktif, tambah lagi hama burung yang sering memakan padi sudah yang sudah siap panen, ungap Yutam salah anggota Poktan. 


Masuknya TMMD di Desa kami, menjadi titik terang dan semangat baru untuk memulai. “Ini kesempatan emas, waktu yang sangat berharga. Jalan sudah dibuka disepanjang pemukiman kami, tidak ada lagi kekhawatiran untuk membawa hasil panen. Nah, mungkin PR kita selanjutnya adalah bagaimana kita bisa mengatasi kendala tersebut dengan menggandeng PPL dari Dinas Pertanian Kabupaten Malinau.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.