Tulungagung, www.rakyatnusantara.net - Senin, 27 desember 2021 telah diadakan kegiatan pembagian kartu tani didesa Gesikan kecamatan Pakel yg dipimpin oleh kepala desa bapak Nurhadi S. Yang juga dihadiri oleh petugas dari bank BNI selaku pembuat kartu, juga hadir perwakilan dari dinas Pertanian Tulungagung.
Kegiatan tersebut telah melanggar peraturan PROKES yang telah di buat pemerintah demi menanggulangi penyebaran virus Covid 19 / corona.
Dimana dengan kerumunan warga yang begitu banyaknya hampir 800 orang berkumpul berdempetan dan berjejal-jejal antri untuk mendapatkan kartu tani tersebut.
Kartu tani yang bentuknya seperti kartu ATM , memang sarana yang tepat sasaran bagi petani untuk melakukan penebusan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Selain untuk penebusan pupuk bersubsidi kartu tani juga bisa untuk menabung.
Tapi yang sangat disayangkan cara pendistribusian kartu tani untuk warga desa gesikan tersebut kenapa tidak dilakukan dengan bertahap.
Bisa dengan tahap gelombang 1.
Sedangkan gelombang 2 besoknya. Dan gelombang 3 besoknya lagi.
Karena dengan cara bertahap selain untuk mencegah kerumunan warga ' juga bisa untuk antisipasi mencegah penyebaran virus covid 19 corona.
Kerumunan warga yang berjejal-jejal itu bisa sangat memudahkan virus covid 19 corona cepat menular.
Kami team juga merasa kesulitan untuk menemui Nurhadi karena warga yg sangat banyaknya berjejal-jejal. * (team)
Posting Komentar