Kapolsek Kintamani hadiri Panen Raya Bawang Merah dan sosialisai PUPUK PELANGI JOS dari Pupuk Kaltim




Bangli - Pada hari minggu tanggal 28 Agustus 2022 pukul 09.00 WITA telah dilaksanakan kegiatan Panen Raya Bawang Merah dan sosialisai  Produk Pelangi Jos dari Pupuk Kaltim di lahan milik MANGKU JULIAWAN EDI Br. Dalem, Ds. Songan B. Kintamani.


Hadir dalam kegiatan  Bupati Bangli diwakili Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kab. Bangli MADE ALIT PARMATA, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura NYOMAN SUASTIKA, Kapolres Bangli diwakili oleh Kapolsek Kintamani KOMPOL RULI AGUS SUSANTO S.H.,M.H, Dandim 1626/Bangli diwakili oleh Danramil 1626-04/Kintamani KAPTEN INF I MADE YUDHA KENCANA,  Direktur utama Pupuk Kaltim Rahmat Pribadi, SEVP Operasi Pemasaran Pupuk Indonesia Persero GATOET GEMBIRO NUGROHO,  Camat Kintamani KETUT ERRY SORNA PUTRA SStp., M.Si,  Direktur Petani Muda Keren A.A.GEDE AGUNG WEDHATAMA, Kepala Desa Songan B I KETUT SABTU,  Kepala Desa Songan A I KETUT ARTAWAN, Jajaran Management PKT, Distributor UD ATM Surabaya dan petani yang berjumlah 50 orang. 


Rangkaian kegiatan diawali Panen Raya Bawang Merah dan sosialisasi Produk Pupuk  Pelangi Jos dilaksanakan secara simbolis oleh Direktur utama Pupuk Kaltim di dampingi MUSPIDA Bangli dan disaksikan oleh para undangan yang hadir, Penayangan vidio panen raya, produk Pupuk Kaltim di sejumlah wilayah di Indonesia dan tesminoni petani yang sudah menggunakan produk dari Pupuk Kaltim. 


Sambutan dari pemilik lahan tani yang sudah menggunakan produk pupuk pelangi Jos JERO MANGKU JULIAWAN EDI mengatakan, " Bahwa sejak pemakaian produk pupuk kaltim ini hasil tani bawang merah bisa naik 20%. Unsur hara tanah di sini sudah sangat kurang yaitu sebesar 4.0 sesudah menggunakan produk dari PKT PH tanah naik menjadi 5.0.  Harapan petani di sini agar hasil pertanian di Desa Songan bisa berkelanjutan dan produk pupuk kaltim bisa mengedukasi kita semua, "ucapnya.


Penyampaian  Dirut. Pupuk Kaltim Produk Npk Pelangi Jos adalah produk baru dari pupuk kaltim yang di perkaya dengan microba unggul yang sangat berguna bagi tanaman.  Bahwa ini sebuah inovasi sangat bagus dari pupuk kaltim untuk membantu para petani dalam meningkatkan hasil yang lebih baik dan produksivitas yang meningkat. Harapan kedepanya kerja sama PKT dengan petani di Desa Songan bisa berlanjut dan petani di sini bisa semakin maju, makmur dan berkelanjutan. 


SEVP Operasi Pemasaran Pupuk Indonesia Persero menyampaikan," Bahwa Inovasi dari pupuk kaltim ini sangat membantu bagi para petani di Indonesia dalam meningkatkan efektivitasnya dalam hasil tani para petani bisa meningkat dan tidak merusak lingkungan. Terima kasih kepada semua pihak atas kerja samanya selama ini dalam membantu petani untuk meningkatkan daya saing dalam memenuhi pangan di Indonesia. 


Sambutan Bupati Bangli yang diwakili oleh Kadis Pertanian Kab. Bangli, "Dalam upaya meningkatkan produksivitas petani maka dibutuhkan pupuk yang memadai dan harga yang terjangkau karena pupuk yang bersubsidi hanya urea dan NPK, maka pupuk non subsidi yang juga di gunakan oleh para petani bisa menjaga kondisi tanah supaya tidak rusak. Lahan pertanian disini seluas 4.017 hektar dan dalam produksinya di tahun 2001 menjapai 33 ton dengan adanya tesminoninya yang sudah dialami para petani yang bisa berhasil menaikan produksi sampai 20% maka indek kedepannya diharapkan bisa meningkat serta penanaman bisa lebih besar lagi. 

Ketersediaan bawang merah di kab. Bangli sangat bergantung pada petani bawang di kintamani maka dari itu kami sangat mendukung invosi-inovasi yang seperti ini yang dapat menguntungkan masyarakat. 


Ditempat terpisah Kapolsek Kintamani KOMPOL RULI AGUS SUSANTO,  S.H., MH mengatakan Kegiatan Penen Raya Bawang ini merupakan upaya mendukung Pemulihan Ekonomi masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Tangguh – Indonesia Tumbuh.

Pengamanan kegiatan dilaksanakan oleh Babhinkamtibmas dipimpin perwira pengendali berjalan aman dan lancar,"tutup Kapolsek.  *

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama