Jayapura – Polres Keerom menggelar Apel Gelar Pasukan dan Kesiapan Peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Keerom, Rabu (02/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Setia Mapolres Keerom, Kampung Asyaman, Distrik Arso, Kabupaten Keerom tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Keerom AKBP Aries Diego Kakori, S.I.K.
Apel kesiapsiagaan ini dihadiri Wakapolres Keerom Kompol Agus Tianto, S.Sos., M.H., para Pejabat Utama Polres Keerom, perwira dan personel Polres Keerom, serta unsur lintas instansi yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Sejumlah instansi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Yon TP 815/WGT, Koramil Arso 1701-04, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, BNPB Kabupaten Keerom, Damkar Kabupaten Keerom, Senkom, ORARI, serta RAPI.
Apel digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Dalam amanatnya, Kapolres Keerom menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan yang matang serta sinergi yang kuat dari seluruh pihak terkait.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Keerom. Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi kebakaran baru bergerak, tetapi harus mampu melakukan langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini,” tegas Kapolres.
Menurut Kapolres, kondisi geografis Kabupaten Keerom yang memiliki kawasan hutan dan lahan cukup luas memerlukan perhatian dan langkah antisipatif dari seluruh pemangku kepentingan.
Upaya pencegahan, lanjutnya, harus dilakukan secara terpadu melalui peningkatan patroli, pemantauan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, serta kesiapan merespons secara cepat apabila ditemukan titik api.
“Saya mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi. Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga apabila terjadi Karhutla, penanganannya dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terukur,” ujarnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api maupun indikasi terjadinya kebakaran.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tugas Polri, TNI, pemerintah daerah maupun petugas pemadam kebakaran, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.
Usai pelaksanaan apel, Kapolres Keerom bersama pimpinan dan perwakilan instansi terkait melaksanakan pemeriksaan kesiapan peralatan penanganan Karhutla.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung berada dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Melalui kegiatan ini, Polres Keerom bersama seluruh instansi terkait menegaskan komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mempererat sinergi, serta memastikan kesiapan respons dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Keerom.

Posting Komentar