GRJ Minta Pemerintah Segera Bubarkan AMP Simpatisan Separatis



rakyatnusantara.net, Jember - Unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Reformasi Jember (GRJ) untuk menolak segelintir mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang menjadi simpatisan agar Papua melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Upaya yang dilakukan GRJ untuk mendesak pemerintah agar segera membubarkan AMP, mengingat, dulu para pejuang NKRI sudah membela mati – matian agar Papua terlepas dari cengkeraman para penjajah, dan pemerintah sudah memberi Otonomi khusus (Otsus) untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

“Hari ini kita mendesak Pemkab Jember untuk membubarkan AMP yang menjadi simpatisan para separatis di Papua. Saya juga meminta TNI dan Polri menindak tegas semua separatis yang merongrong kedaulatan NKRI,” ungkap Kustiono Musri, koordinator aksi GRJ, di halaman DPRD Jember, Kamis (20/05/2021).

Lanjut Kustiono, separatis Papua sudah membunuh Kepala intelejen daerah (Kabinda) NKRI. “NKRI harga mati, dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.

“Hari ini AMP melakukan aksi menuntut agar lepas dari NKRI, dan sangat tidak layak mereka lakukan di Jember. Ini melecehkan harkat dan martabat NKRI, khususnya warga Jember,” teriaknya, dalam aksi penyampaian aspirasi tolak simpatisan separatis Papua.

Kustiono mengaku miris dengan sikap AMP yang sudah masyarakat Jember terima untuk menuntut ilmu, dan kini menuntut agar ingin lepas dari NKRI. “AMP sudah menjadi simpatisan yang oleh pemerintah dianggap teroris, kita jangan mau berdamai dengan simpatisan teroris dari manapun, termasuk Papua,” pungkasnya.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.