Arnold Ronsumbre Imbau Masyarakat Tidak Salah Maknai Peringatan 1 Mei di Papua

 


Timika – Tokoh masyarakat Kabupaten Mimika yang juga menjabat sebagai Sekretaris Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Mimika, Arnold Ronsumbre, mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahartikan peringatan 1 Mei di Tanah Papua.


Pada Kamis (30/04), Ia menegaskan bahwa momen 1 Mei seharusnya dimaknai sebagai bagian dari refleksi sejarah sekaligus ajakan untuk memperkuat rasa cinta terhadap tanah air serta mempererat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Menurut Arnold, peringatan tersebut bukan untuk memicu perpecahan, melainkan menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali merangkul satu sama lain demi menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.


“Saya Arnold Ronsumbre selaku tokoh masyarakat di Kabupaten Mimika mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya di Mimika serta seluruh kelompok dan komunitas, agar memaknai momen 1 Mei sebagai bagian dari sejarah integrasi Papua ke dalam NKRI dengan sikap bijak, dewasa, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa momentum ini hendaknya dijadikan sebagai pengingat untuk terus memperkuat kebersamaan serta komitmen dalam membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera.


“Peringatan ini harus menjadi titik refleksi bagi kita semua untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan. Kita punya tanggung jawab bersama untuk membangun Papua yang lebih baik dalam bingkai NKRI,” tambahnya.


Lebih lanjut, Arnold juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menghindari berbagai potensi konflik yang dapat merugikan semua pihak.


“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga perdamaian di Tanah Papua, menghindari konflik, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan gangguan kamtibmas,” tegasnya.


Ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghargai di tengah keberagaman yang ada, serta mendukung pembangunan demi masa depan generasi Papua.


“Mari kita bergandengan tangan, saling menghargai perbedaan, dan bersama-sama mendukung pembangunan demi masa depan generasi Papua yang lebih baik. Papua adalah bagian sah dari Indonesia dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan serta kedamaian,” tutup Arnold.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama